Rabu, 17 Mei 2017

pengembangan bahan ajar

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL................................................................................. i
KATA PENGANTAR.................................................................................. ii
DAFTAR ISI ................................................................................................  iii

BAB I                PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang Masalah ..........................................................  1
B.       Rumusan Masalah ....................................................................  2
C.       Tujuan penulisan masalah......................................................... 2
D.      Batasan Masalah....................................................................... 3

BAB II               PEMBAHASAN
A.      Pengertian Bahan Ajar.............................................................. 4
B.       Jenis-jenis Bahan Ajar............................................................... 4
C.       Karakteristik Bahan Ajar.......................................................... 6
D.      Fungsi Pengembangan Bahan Ajar........................................... 8
E.       Tujuan dan Manfaat Bahan Ajar............................................... 9
F.        Prinsip Pengembangan Bahan Ajar........................................... 10
G.      Faktor Pengembanagn Bahan Ajar........................................... 11
H.      Langkah-langkah Pemilihan Bahan Ajar................................... 12

BAB III PENUTUP
A.      Kesimpulan .............................................................................. 15
B.       Saran ........................................................................................ 15

DAFTAR RUJUKAN

BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Salah satu masalah penting yang sering dihadapi oleh guru dalam kegiatan pembelajaran adalah memilih atau menentukan bahan ajar atau materi pembelajaran yang tepat dalam rangka membantu siswa mencapai kompetensi. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa dalam kurikulum atau silabus, materi bahan ajar hanya dituliskan secara garis besar dalam bentuk materi pokok. Menjadi tugas guru untuk menjabarkan materi pokok tersebut sehingga menjadi bahan ajar yang lengkap. Selain itu, bagaimana cara memanfaatkan bahan ajar juga merupakan masalah. Pemanfaatan yang dimaksud adalah bagaimana cara mengajarkannya ditinjau dari pihak guru dan cara mempelajarinya ditinjau dari pihak siswa.
Bahan ajar atau materi pembelajaran secara garis besar terdiri dari pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dipelajari siswa dalam rangka mencapai standar kompetensi yang telah ditentukan. Secara terperinci, jenis-jenis materi pembelajaran terdiri dari pengetahuan (fakta, konsep, prinsip, prosedur), keterampilan, dan sikap atau nilai. Bahan ajar merupakan salah satu komponen sistem pembelajaran yang memegang peranan penting dalam membantu siswa mencapai Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar atau tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Dengan menerapkan bahan ajar yang telah dikembangkan tersebut, diharapkan diperoleh alternatif bagi guru dalam menyampaikan suatu materi pembelajaran sehingga proses belajar mengajar akan berjalan lebih optimal dan bervariasi dan pada akhirnya hasil belajar maupun aktivitas peserta didik diharapkan juga meningkat. Perolehan bahan ajar seharusnya tidak hanya didapatkan dari satu sumber saja karena dengan diperolehnya bahan ajar hanya dari satu sumber tidak
akan dapat memaksimalkan hasil belajar. Siswa tidak akan mendapatkan ilmu lebih, mereka hanya menghafal sebuah ilmu dan akan melupakannya. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan bahan ajar yang seharusnya dapat ditemukan oleh guru dari berbagai sumber atau bahkan dari siswa itu sendiri.
Pengembangan bahan ajar yang tidak hanya terpaku pada satu sumber bahan ajar guru dapat mengembangkan kecerdasan siswa dan dapat pula memberikan pengalaman bermakna bagi siswa. Guru sebagai pengembang bahan ajar hendaknya mengetahui tentang apa dan bagaimana bahan ajar itu, sehingga guru dapat mengembangkan bahan ajar. Oleh karena itu, pada makalah ini kami mengbahas tentang pengembangan bahan ajar
supaya dapat menjadi panduan pengetahuan mahasiswa calon guru untuk menghadapi tugasnya kelak sebagai guru dan pengembang bahan ajar.
 

B.       Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas , kami mengambil beberapa rumusan masalah yaitu sebagai berikut :
1.         Bagaimana pengertian bahan ajar ?
2.         Apa saja jenis-jenis bahan ajar ?
3.         Bagaimana karakteristik bahan ajar ?
4.         Apa fungsi pengembangan bahan ajar ?
5.         Apa  tujuan dan manfaat bahan ajar ?
6.         Apa prinsip pengembanagn bahan ajar ?
7.         Apa faktor pengembangan bahan ajar ?
8.         Bagaimana langkah-langkah pemilihan bahan ajar ?

C.       Tujuan Pembahasn Masalah
Penulisan makalah ini bertujuan untuk :
1.    Mendeskripsikan pengertian bahan ajar
2.    Mendeskripsikan jenis-jenis bahan ajar
3.    Mendeskripsikan karakteristik bahan ajar
4.    Mendeskripsikan fungsi pengembanagan bahan ajar
5.    Mendeskripsikan tujuan dan manfaat bahan ajar
6.    Mendeskripsikan pengembanagn bahan ajar
7.    Mendeskripsikan faktor pengembangan bahan ajar
8.    Mendeskripsikan langkah-langkah pemilihan bahan ajar

D.      Batasan Masalah
Di dalam makalah ini hanya membahas mengenai landasan pengertian bahan ajar, jenis-jenis bahan ajar, karakteristik bahan ajar, fungsi pengembanagan bahan ajar, tujuan dan manfaat bahan ajar, pengembanagn bahan ajar, faktor pengembangan bahan ajar dan langkah-langkah pemilihan bahan ajar.



 
BAB II
PEMBAHASAN
A.      Pengertian Bahan Ajar
Bahan ajar adalah seperangkat sarana atau alat pembelajaran yang berisikan materi pembelajaran, metode, batasan-batasan, dan cara mengevaluasi yang didesain secara sistematis dan menarik dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan, yaitu mencapai kompetensi atau subkompetensi dengan segala kompleksitasnya.[1]Bahan atau materi pembelajaran pada dasarnya adalah “isi” dari kurikulum, yakni berupa mata pelajaran atau bidang studi dengan topik/subtopik dan rinciannya.[2]
Melihat penjelasan di atas, dapat kita ketahui bahwa peran seorang guru dalam merancang ataupun menyusun bahan ajar sangatlah menentukan keberhasilan proses belajar dan pembelajaran melalui sebuah bahan ajar. Bahan ajar dapat juga diartikan sebagai segala bentuk bahan yang disusun secara sistematis yang memungkinkan siswa dapat belajar secara mandiri dan dirancang sesuai kurikulum yang berlaku. Dengan adanya bahan ajar, guru akan lebih runtut dalam mengajarkan materi kepada siswa dan tercapai semua kompetensi yang telah ditentukan sebelumnya.

B.       Jenis-Jenis Bahan Ajar
Bahan ajar memiliki beragam jenis, ada yang cetak maupun noncetak. Bahan ajar cetak yang sering dijumpai antara lain berupa handout, buku, modul, brosur, dan lembar kerja siswa. Di bawah ini akan diuraikan penjelasan terkait jenis-jenis bahan ajar.
1.    Handout
Handout adalah “segala sesuatu” yang diberikan kepada peserta didik ketika mengikuti kegiatan pembelajaran. Kemudian, ada juga yang yang mengartikan handout sebagai bahan tertulis yang disiapkan untuk memperkaya pengetahuan peserta didik. Guru dapat membuat handout dari beberapa literatur yang memiliki relevansi dengan kompetensi dasar yang akan dicapai oleh siswa. Saat ini handout dapat diperoleh melalui download internet atau mencari dari berbagai buku dan sumber lainnya.
2.    Buku
Buku sebagai bahan ajar merupakan buku yang berisi ilmu pengetahuan hasil analisis terhadap kurikulum dalam bentuk tertulis. Buku disusun dengan menggunakan bahasa sederhana, menarik, dilengkapi gambar, keterangan, isi buku, dan daftar pustaka. Buku akan sangat membantu guru dan siswa dalam mendalami ilmu pengetahuan sesuai dengan mata pelajaran masing-masing. Secara umum, buku dibedakan menjadi empat jenis yaitu sebagai berikut:
a.    Buku sumber, yaitu buku yang dapat dijadikan rujukan, referensi, dan sumber untuk kajian ilmu tertentu, biasanya berisi suatu kajian ilmu yang lengkap.
b.    Buku bacaan, yaitu buku yang hanya berfungsi untuk bahan bacaan saja, misalnya cerita, legenda, novel, dan lain sebagainya.
c.    Buku pegangan, yaitu buku yang bisa dijadikan pegangan guru atau pengajar dalam melaksanakan proses pengajaran.
d.   Buku bahan ajar atau buku teks, yaitu buku yang disusun untuk proses pembelajaran dan berisi bahan-bahan atau materi pembelajaran yang akan diajarkan.[3]
3.    Modul
Modul merupakan bahan ajar yang ditulis dengan tujuan agar siswa dapat belajar secara mandiri tanpa atau dengan bimbingan guru. Oleh karena itu, modul harus berisi tentang petunjuk belajar, kompetensi yang akan dicapai, isi materi pelajaran, informasi pendukung, latihan soal, petunjuk kerja, evaluasi, dan balikan terhadap evaluasi. Dengan pemberian modul, siswa dapat belajar mandiri tanpa harus dibantu oleh guru.
4.    Lembar Kerja Siswa (LKS)
Lembar Kerja Siswa (LKS) adalah materi ajar yang sudah dikemas sedemikian rupa sehingga siswa diharapkan dapat materi ajar tersebut secara mandiri. Dalam LKS, siswa akan mendapat materi, ringkasan, dan tugas yang berkaitan dengan materi. Selain itu siswa juga dapat menemukan arahan yang terstruktur untuk memahami materi yang diberikan dan pada saat yang bersamaan siswa diberikan materi serta tugas yang berkaitan dengan materi tersebut.
5.    Buku Ajar
Buku ajar adalah sarana belajar yang bisa digunakan di sekolah-sekolah dan di perguruan tinggi untuk menunjang suatu program pengajaran dan pengertian moderen dan yang umum dipahami.
6.    Buku Teks
Buku teks juga dapat didefinisikan sebagai buku pelajaran dalam bidang studi tertentu, yang merupakan buku standar yang disusun oleh para pakar dalam bidang itu buat maksud dan tujuan-tujuan instruksional yang dilengkapi dengan sarana-sarana pengajaran yang serasi dan mudah dipahami oleh para pemakainya di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi sehingga dapat menunjang suatu program pengajaran
Bahan ajar noncetak meliputi bahan ajar dengar (audio) seperti kaset, radio, piringan hitam, dan compact disc audio. Bahan ajar pandang dengar (audio visual) seperti video compact disc dan film. Bahan ajar multimedia interaktif (interactive teaching material) seperti CIA (Computer Assisted Intruction), compact disc (CD) multimedia pembelajaran interaktif, dan bahan ajar berbasis web (web based learning materials).[4]

C.       Karakteristik Bahan Ajar
Ada beragam bentuk buku, baik yang digunakan untuk sekolah maupun perguruan tinggi, contohnya buku referensi, modul ajar, buku praktikum, bahan ajar, dan buku teks pelajaran. Jenis-jenis buku tersebut tentunya digunakan untuk mempermudah peserta didik untuk memahami materi ajar yang ada di dalamnya.
Sesuai dengan penulisan modul yang dikeluarkan oleh Direktorat Guruan Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2003, bahan ajar memiliki beberapa karakteristik, yaitu self instructional, self contained, stand alone, adaptive, dan user friendly.
1.    Self  instructional
Self instructional yaitu bahan ajar dapat membuat siswa mampu membelajarkan diri sendiri dengan bahan ajar yang dikembangkan. Untuk memenuhi karakter self instructional, maka di dalam bahan ajar harus terdapat tujuan yang dirumuskan dengan jelas, baik tujuan akhir maupun tujuan sementara. Selain itu, dengan bahan ajar akan memudahkan siswa belajar secara tuntas dengan memberikan materi pembelajaran yang dikemas ke dalam unit-unit atau kegiatan yang lebih spesifik.
2.    Self contained
Self contained yaitu seluruh materi pelajaran dari satu unit kompetensi atau subkompetensi yang dipelajari terdapat di dalam satu bahan ajar secara utuh. Jadi sebuah bahan ajar haruslah memuat seluruh bagian-bagiannya dalam satu buku secara utuh untuk memudahkan pembaca mempelajari bahan ajar tersebut.
3.    Stand alone
stand alone (berdiri sendiri) yaitu bahan ajar yang dikembangkan tidak tergantung pada bahan ajar lain atau tidak harus digunakan bersama-sama dengan bahan ajar lain. Artinya sebuah bahan ajar dapat digunakan sendiri tanpa bergantung dengan bahan ajar lain.
4.    Adaptive
Adaptive yaitu bahan ajar hendaknya memiliki daya adaptif yang tinggi terhadap perkembangan ilmu dan teknologi. Bahan ajar harus memuat materi-materi yang sekiranya dapat menambah pengetahuan pembaca terkait perkembangan zaman atau lebih khususnya perkembangan ilmu dan teknologi.
5.    User friendly
User friendly yaitu setiap intruksi dan paparan informasi yang tampil bersifat membantu dan bersahabat dengan pemakainya, termasuk kemudahan pemakai dalam merespon dan mengakses sesuai dengan keinginan. Jadi bahan ajar selayaknya hadir untuk memudahkan pembaca untuk mendapat informasi dengan sejelas-jelasnya.
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan bahan ajar yang mampu membuat siswa untuk belajar mandiri dan memperoleh ketuntasan dalam proses pembelajaran sebagai berikut.
1.    Memberikan contoh-contoh dan ilustrasi yang menarik dalam rangka mendukung pemaparan materi pembelajaran.
2.    Memberikan kemungkinan bagi siswa untuk memberikan umpan balik atau mengukur penguasaannya terhadap materi yang diberikan dengan memberikan soal-soal latihan, tugas dan sejenisnya.
3.    Kontekstual, yaitu materi yang disajikan terkait dengan suasana atau konteks tugas dan lingkungan siswa.
4.    Bahasa yang digunakan cukup sederhana karena siswa hanya berhadapan dengan bahan ajar ketika belajar secara mandiri.[5]

D.      Fungsi Pengembangan Bahan Ajar
Fungsi bahan ajar adalah sebagai motivasi dalam proses kegiatan belajar mengajar yang lakukan oleh guru dengan materi pembelajaran yang kontekstual agar siswa dapat melaksanakan tugas belajar secara optimal. Bahan ajar berfungsi sebagai berikut:
1.    Pedoman bagi Guru yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses pembelajaran, sekaligus merupakan substansi kompetensi yang seharusnya diajarkan/dilatihkan kepada siswanya.
2.    Pedoman bagi Siswa yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses pembelajaran, sekaligus merupakan substansi kompetensi yang seharusnya dipelajari/dikuasainya.
3.    Alat evaluasi pencapaian/penguasaan hasil pembelajaran.
4.    Membantu guru dalam kegiatan belajar mengajar
5.    Membantu siswa dalam proses belajar
6.    Sebagai perlengkapan pembelajaran untuk mencapai tujuan pelajaran
7.    Untuk menciptakan lingkungan / suasana balajar yang kondusif.[6]

E.       Tujuan dan Manfaat Bahan Ajar
Bahan ajar disusun dengan tujuan antar lain sebagai berikut
1.    Menyediakan bahan ajar yang sesuai dengan tuntutan kurikulum dengan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik, yakni bahan ajar yang sesuai dengan karakteristik dan setting atau lingkungan sosial peserta didik
2.    Membantu peserta didik dalam memperoleh alternatif bahan ajar di samping buku-buku teks yang terkadang sulit diperoleh
3.    Memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran.
Manfaat pengembangan bahan ajar bagi guru antara lain sebagai berikut:
1.    Diperoleh bahan ajar yang sesuai tuntutan kurikulum dan sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik
2.    Tidak lagi tergantung kepada buku teks yang terkadang sulit untuk diperoleh
3.    Memperkaya karena dikembangkan dengan menggunakan berbagai referensi
4.    Menambah khasanah pengetahuan dan pengalaman guru dalam menulis bahan ajar
5.    Membangun komunikasi pembelajaran yang efektif antara guru dengan peserta didik karena peserta didik akan merasa lebih percaya kepada gurunya.
6.    Menambah angka kredit jika dikumpulkan menjadi buku dan diterbitkan.
Manfaat pengembangan bahan ajar bagi Peserta Didik antara lain sebagai berikut:
1.    Kegiatan pembelajaran menjadi lebih menarik.
2.    Kesempatan untuk belajar secara mandiri dan mengurangi ketergantungan terhadap kehadiran guru.
3.    Mendapatkan kemudahan dalam mempelajari setiap kompetensi yang harus dikuasainya.[7]

F.        Prinsip Pengembanagan Bahan Ajar
Dalam mengembangkan bahan ajar tentu perlu memperhatikan prinsisp-prinsip pembelajaran. Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam penyusunan bahan ajar atau materi pembelajaran diantaranya meliputi prinsip relevansi, konsistensi, dan kecukupan. Ketiga penerapan prinsip-prinsip tersebut dipaparkan sebagai berikut:
1.    Relevansi: keterkaitan, ada kaitan;
Artinya ada kaitan, hubungan, atau bahkan ada jaminan bahwa bahan ajar yang dipilih itu menunjang tercapainya kompetensi yang dibelajarkan (KD, SK). Cara termudah ialah dengan mengajukan pertanyaan tentang kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa. Dengan prinsip dasar ini, guru akan mengetahui apakah materi yang hendak diajarkan tersebut materi fakta, konsep, prinsip, prosedur, aspek sikap atau aspek psikomotorik sehingga pada gilirannya guru terhindar dari kesalahan pemilihan jenis materi yang tidak relevan dengan pencapaian SK dan KD.
2.    Konsistensi: keajegan;
Artinya ada kesesuaian (jumlah/banyaknya) antara kompetensi dan bahan ajar; jika kompetensi dasar yang ingin dibelajarkan mencakup keempat keterampilan berbahasa, bahan yang dipilih/dikembangkan juga mencakup keempat hal itu.
3.    Kecukupan: memadai keluasannya, ketercukupannya;
Artinya bahan ajar yang dipilih/ dikembangkan ada jaminan memadai/ mencukupi untuk mencapai kompetensi yang dibelajarkan; tidak terlalu sedikit sehingga kurang menjamin tercapainya KD/SK. Materi tidak boleh terlalu sedikit, dan tidak boleh terlalu banyak. Jika terlalu sedikit akan kurang membantu mencapai SK dan KD. Sebaliknya, jika terlalu banyak akan membuang-buang waktu dan tenaga yang tidak perlu untuk mempelajarinya.[8]

G.      Faktor-faktor Pengembangan Bahan Ajar
Seorang guru diharapkan dapat mengembangkan bahan ajar untuk digunakan dalam proses pembelajaran di kelasnya. Dalam proses pengembangan bahan ajar tersebut, terdapat 7 (tujuh) faktor yang harus dipertimbangkan oleh guru agar bahan ajarnya menjadi efektif. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut.
1.    Kecermatan isi, berkenaan dengan validitas isi dan keselarasan isi.
  1. Ketepatan cakupan, berkenaan dengan keluasan dan kedalaman materi, serta keutuhan konsep yang dibahas berdasarkan bidang ilmunya.
  2. Ketercernaan bahan ajar, berkenaan dengan kemudahan bahan ajar tersebut dipahami dan dimengerti oleh siswa sebagai pengguna.
  3. Penggunaan bahasa, berkenaan dengan pemilihan ragam bahasa, pemilihan kata, penggunaan kalimat efektif, dan penyusunan paragraf yang bermakna.
  4. Perwajahan/pengemasan, berkenaan dengan penataan letak informasi dalam satu halaman cetak.
  5. Ilustrasi, berkenaan dengan variasi penyampaian pesan dalam bahan ajar agar lebih menarik, memotivasi, komunikatif, dan membantu pemahaman siswa terhadap isi pesan.
  6. Kelengkapan komponen, berkenaan dengan paket bahan ajar yang dapat berfungsi sebagai komponen utama, komponen pelengkap, dan komponen evaluasi hasil belajar.[9]

H.      Langkah-langkah Pemilihan Bahan Ajar
Materi pembelajaran yang dipilih untuk diajarkan oleh guru dan harus dipelajari siswa hendaknya berisikan materi atau bahan ajar yang benar-benar menunjang tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar. Secara garis besar langkah-langkah pemilihan bahan ajar meliputi :
1.    Mengidentifikasi aspek-aspek yang terdapat dalam standar kompetensi dan kompetensi dasar. Sebelum menentukan materi pembelajaran terlebih dahulu perlu diidentifikasi aspek-aspek standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dipelajari atau dikuasai siswa. Aspek tersebut perlu ditentukan, karena setiap aspek standar kompetensi dan kompetensi dasar memerlukan jenis materi yang berbeda-beda dalam kegiatan pembelajaran.
2.    Memilih jenis materi yang sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar. Materi yang akan diajarkan perlu diidentifikasi apakah termasuk jenis fakta, konsep, prinsip, prosedur, afektif, atau gabungan lebih daripada satu jenis materi. Dengan mengidentifikasi jenis-jenis materi yang akan diajarkan, maka guru akan mendapatkannkemudahan dalam cara mengajarkannya. selanjutnya memilih jenis materi tersebut yang sesuai dengan standar kompetensi atau kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa. Selanjutnya memilih sumber bahan ajar.
Langkah-langkah penyusunan bahan ajar adalah sebagai berikut:
1.    Pengembangan Kurikulum Menjadi Program-Program Pembelajaran. Menjabatkan ikatan-ikatan kompetensi dan mengoperasionalkannya kedalam bentuk tujuan-tujuan pembelajaran. Mengingat sesuatu kompetensi/sub kompetensi, terutama kompetensi teknis ( bukan kompetensi produktif atau manipulatif ) diharapakan bersifat standar, maka tujuan-tujuan pembelajaran pada suatu program studi secara nasional sama. Ikatan-ikatan kompetensi dan tujuan-tujuan pembelajaran selanjutnya akan menjadi acuan bagi pengembangan/ penyusunan bahan ajar.
2.    Penyusunan Bahan Ajar
a.    Tim penyusun mempelajari secara seksama tentang penjabaran pada ikatan-ikatan kompetensi seperti yang telah dikembangkan oleh tim nasional. Perlu dicermati setiap tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan.
b.    Tim penyusunan mengembangkan setiap ikatan kompetensi menjadi satu\paket pembelajaran ( kelompok bahan pelajaran utuh ) yang selanjutnya dijabarkan kedalam beberapa bahan pelajaran. Penjabaran tersebut harus mempertimbangkan hirarki/keruntutan substansi, proses pembelajaran,saran dan prasarana yang tersedia.
c.    Tim penyusunan mempelajari secara seksama tentang substansi yang akan disusun dalam bahan ajar. Dalam hal ini perlu dipelajari berbagai sumber acuan yang relevan, terutama buku-buku pegangan yang ada.
d.   Apabila substansi yang diperolah belum memadai, maka tim penyusun perlu melakukan percobaan demonstrasi unjuk kerja tentang substansi kompetensi yang akan disusun.
e.    Tim penyusun bahan ajar menyusun     Tujuan pembelajaran/pelatihan, Lembar evaluasi, Kedudukan dan fungsi bahan ajar dalam kesatuan program yang lebih luas, Lembaran kerja siswa (yang berisi substansi  yang disusunnya),kompetensi yang akan dipelajari/diajarkan, Lembaran kerja siswa, kunci lembar kerja, pedoman bagi guru.
f.     Bahan ajar yang telah disusun perlu divalidasi, dimintakan masukan kepada pihak-pihak yang berkompeten terutama para ahli dan praktisi serta akademisi yang menguasai bidang keahlian tersebut. Satu hal yang juga perlu dilakukan adalah meminta masukan kepada ahli kurikulum dan desain instruksional, kaitannya dengan kelayakan dan pelaksanaan pembelajaran. Berdasarkan masukan-masukan tersebut, tim memperbaiki rancangan bahan ajar yang disusunnya.
g.    Bahan yang telah disusun kemudian diuji cobakan pada kondisi proses pembelajaran yang sebenarnya dikelas. Dalam uji coba tersebut perlu diamati kendala- kendala yang dihadapi dalam proses pembelajaran dan kekurangan-kekurangan yang ada pada modul
h.    Berdasarkan temuan-temuan pada uji coba pembelajaran pada kondisi sebenarnya, jika sesuai maka bahan ajarnya sudah bisa digunakan namun jika masih tidak sesuai maka tim perlu memperbaiki dan menyempurnakan bahan ajar yang disusunnya.[10]



 

BAB III
PENUTUP
A.      Kesimpulan
1.    Bahan ajar adalah seperangkat sarana atau alat pembelajaran yang berisikan materi pembelajaran, metode, batasan-batasan, dan cara mengevaluasi yang didesain secara sistematis dan menarik dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan, yaitu mencapai kompetensi atau subkompetensi dengan segala kompleksitasnya
2.    Bahan ajar memiliki beragam jenis, ada yang cetak maupun noncetak. Bahan ajar cetak yang sering dijumpai antara lain berupa handout, buku, modul, brosur, dan lembar kerja siswa.
3.    Karakteristik bahan ajar, yaitu self instructional, self contained, stand alone, adaptive, dan user friendly.
4.    Fungsi bahan ajar adalah sebagai motivasi dalam proses kegiatan belajar mengajar yang lakukan oleh guru dengan materi pembelajaran yang kontekstual agar siswa dapat melaksanakan tugas belajar secara optimal.
5.    Tujuan pengembangan bahan ajar adalah menyediakan bahan ajar yang sesuai dengan kurikulum. Sedangkan manfaat pengembangan kurikulum adalah memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran.
6.    Prinsip yang perlu diperhatikan dalam penyusunan bahan ajar atau materi pembelajaran diantaranya meliputi prinsip relevansi, konsistensi, dan kecukupan.
7.    Dalam proses pengembangan bahan ajar tersebut, terdapat 7 (tujuh) faktor yang harus dipertimbangkan oleh guru agar bahan ajarnya menjadi efektif.
8.    Materi pembelajaran yang dipilih untuk diajarkan oleh guru dan harus dipelajari siswa hendaknya berisikan materi atau bahan ajar yang benar-benar menunjang tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar.

B.       Saran
1.    Bagi pendidik
Hendaknya pendidik mempelajari mengenai pengembangan bahan ajar agar dalam pengimplementasiannya bisa sesuai dengan kondisi sekolah dan kondisi peserta didik.
2.    Bagi calon pendidik
Hendaknya memahami pengembangan bahan ajar digunakan sebagai acuan dalam belajarnya
3.    Bagi peserta didik
Hendaknya mengetahui segala hal yang berkaitan dengan pengembangan bahan ajar agar dapat memahami apa yang dipelajarinya.



 
DAFTAR RUJUKAN

Abdian, Yosi. Faktor-faktor yang Dipertimbangkan dalam Pengembangan Bahan Ajar dalam http://yosiabdiantindaon.blogspot.co.id/2012/05/faktor-faktor-yang-dipertimbangkan.html,
Denita, Rifda. Makalah Pengembangan Bahan Ajar dalam http://rifdadenita.blogspot.co.id/2016/01/makalah-pengembangan-bahan-ajar.html
Lestari, Ika. 2013. Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Kompetensi: Sesuai Dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Padang: Akademia.
Maula, Nikmatul. Prinsip Pengembangan Bahan Ajar dalam http://maulanikmatul.blogspot.co.id/2012/03/prinsip-pengembangan-bahan-ajar.html,
Rohimat, Rohimat. 2011.  Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.


 


[1] Ika Lestari, Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Kompetensi: Sesuai Dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, (Padang: Akademia, 2013), hal. 01
[2] Toto Rohimat, Kurikulum dan Pembelajaran, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2011), hal.152
[3] Ika Lestari, Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Kompetensi: Sesuai Dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan… hal.79
[4] Ibid,… hal. 06
[5] Ibid,.. 02
[6] (diposkan oleh Rifda Denita), Makalah Pengembangan Bahan Ajar dalam http://rifdadenita.blogspot.co.id/2016/01/makalah-pengembangan-bahan-ajar.html diakses pada 10 Oktober 2016
[7] Ibid,.
[8] (diposkan oleh Nikmatul                 Maula), Prinsip Pengembangan Bahan Ajar dalam http://maulanikmatul.blogspot.co.id/2012/03/prinsip-pengembangan-bahan-ajar.html, diakses pada 10 Oktober 2016
[9] (diposkan oleh Yosi Abdian), Faktor-faktor yang Dipertimbangkan dalam Pengembangan Bahan Ajar dalam http://yosiabdiantindaon.blogspot.co.id/2012/05/faktor-faktor-yang-dipertimbangkan.html, diakses pada 10 Oktober 2016
[10] (diposkan oleh Rifda Denita), Makalah Pengembangan Bahan Ajar,…

0 komentar:

Posting Komentar