HALAMAN
SAMPUL.................................................................................
i
KATA
PENGANTAR..................................................................................
ii
DAFTAR
ISI ................................................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Masalah .......................................................... 1
B.
Rumusan Masalah
.................................................................... 2
C.
Tujuan
penulisan masalah.........................................................
2
D.
Batasan Masalah.......................................................................
3
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Bahan Ajar.............................................................. 4
B. Jenis-jenis Bahan Ajar............................................................... 4
C. Karakteristik Bahan Ajar.......................................................... 6
D. Fungsi Pengembangan Bahan Ajar........................................... 8
E. Tujuan dan Manfaat Bahan Ajar............................................... 9
F.
Prinsip
Pengembangan Bahan Ajar........................................... 10
G. Faktor Pengembanagn Bahan Ajar........................................... 11
H. Langkah-langkah Pemilihan Bahan Ajar................................... 12
BAB III PENUTUP
A.
Kesimpulan .............................................................................. 15
B.
Saran ........................................................................................ 15
DAFTAR RUJUKAN
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Salah satu masalah
penting yang sering dihadapi oleh guru dalam kegiatan pembelajaran adalah
memilih atau menentukan bahan ajar atau materi pembelajaran yang tepat dalam rangka
membantu siswa mencapai kompetensi. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa
dalam kurikulum atau silabus, materi bahan ajar hanya dituliskan secara garis
besar dalam bentuk materi pokok. Menjadi tugas guru untuk menjabarkan materi
pokok tersebut sehingga menjadi bahan ajar yang lengkap. Selain itu, bagaimana
cara memanfaatkan bahan ajar juga merupakan masalah. Pemanfaatan yang dimaksud
adalah bagaimana cara mengajarkannya ditinjau dari pihak guru dan cara
mempelajarinya ditinjau dari pihak siswa.
Bahan ajar atau materi
pembelajaran secara garis besar terdiri dari pengetahuan, keterampilan, dan
sikap yang harus dipelajari siswa dalam rangka mencapai standar kompetensi yang
telah ditentukan. Secara terperinci, jenis-jenis materi pembelajaran terdiri dari
pengetahuan (fakta, konsep, prinsip, prosedur), keterampilan, dan sikap atau
nilai. Bahan ajar merupakan salah satu komponen sistem pembelajaran yang
memegang peranan penting dalam membantu siswa mencapai Standar Kompetensi dan
Kompetensi Dasar atau tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Dengan
menerapkan bahan ajar yang telah dikembangkan tersebut, diharapkan diperoleh
alternatif bagi guru dalam menyampaikan suatu materi pembelajaran sehingga
proses belajar mengajar akan berjalan lebih optimal dan bervariasi dan pada
akhirnya hasil belajar maupun aktivitas peserta didik diharapkan juga
meningkat. Perolehan
bahan ajar seharusnya tidak hanya didapatkan dari satu sumber saja karena
dengan diperolehnya bahan ajar hanya dari satu sumber tidak
akan dapat memaksimalkan hasil belajar. Siswa tidak akan mendapatkan ilmu lebih, mereka hanya menghafal sebuah ilmu dan akan melupakannya. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan bahan ajar yang seharusnya dapat ditemukan oleh guru dari berbagai sumber atau bahkan dari siswa itu sendiri.
akan dapat memaksimalkan hasil belajar. Siswa tidak akan mendapatkan ilmu lebih, mereka hanya menghafal sebuah ilmu dan akan melupakannya. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan bahan ajar yang seharusnya dapat ditemukan oleh guru dari berbagai sumber atau bahkan dari siswa itu sendiri.
Pengembangan bahan ajar yang tidak hanya
terpaku pada satu sumber bahan ajar guru dapat mengembangkan kecerdasan siswa
dan dapat pula memberikan pengalaman bermakna bagi siswa. Guru sebagai
pengembang bahan ajar hendaknya mengetahui tentang apa dan bagaimana bahan ajar
itu, sehingga guru dapat mengembangkan bahan ajar. Oleh karena itu, pada
makalah ini kami mengbahas tentang pengembangan bahan ajar
supaya dapat menjadi panduan pengetahuan mahasiswa calon guru untuk menghadapi tugasnya kelak sebagai guru dan pengembang bahan ajar.
supaya dapat menjadi panduan pengetahuan mahasiswa calon guru untuk menghadapi tugasnya kelak sebagai guru dan pengembang bahan ajar.
B.
Rumusan Masalah
Dari latar
belakang di atas , kami mengambil beberapa rumusan masalah yaitu sebagai
berikut :
1.
Bagaimana pengertian
bahan ajar ?
2.
Apa saja
jenis-jenis bahan ajar ?
3.
Bagaimana karakteristik
bahan ajar ?
4.
Apa fungsi
pengembangan bahan ajar ?
5.
Apa tujuan dan manfaat bahan ajar ?
6.
Apa prinsip
pengembanagn bahan ajar ?
7.
Apa faktor
pengembangan bahan ajar ?
8.
Bagaimana
langkah-langkah pemilihan bahan ajar ?
C.
Tujuan
Pembahasn Masalah
Penulisan
makalah ini bertujuan untuk :
1.
Mendeskripsikan
pengertian bahan ajar
2.
Mendeskripsikan
jenis-jenis bahan ajar
3.
Mendeskripsikan
karakteristik bahan ajar
4.
Mendeskripsikan
fungsi pengembanagan bahan ajar
5.
Mendeskripsikan
tujuan dan manfaat bahan ajar
6.
Mendeskripsikan
pengembanagn bahan ajar
7.
Mendeskripsikan
faktor pengembangan bahan ajar
8.
Mendeskripsikan
langkah-langkah pemilihan bahan ajar
D.
Batasan Masalah
Di dalam makalah ini hanya membahas
mengenai landasan pengertian bahan ajar, jenis-jenis bahan ajar, karakteristik bahan
ajar, fungsi pengembanagan bahan ajar, tujuan dan manfaat bahan ajar,
pengembanagn bahan ajar, faktor pengembangan bahan ajar dan langkah-langkah
pemilihan bahan ajar.
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Bahan Ajar
Bahan ajar
adalah seperangkat sarana atau alat pembelajaran yang berisikan materi
pembelajaran, metode, batasan-batasan, dan cara mengevaluasi yang didesain
secara sistematis dan menarik dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan,
yaitu mencapai kompetensi atau subkompetensi dengan segala kompleksitasnya.[1]Bahan atau materi
pembelajaran pada dasarnya adalah “isi” dari kurikulum, yakni berupa mata
pelajaran atau bidang studi dengan topik/subtopik dan rinciannya.[2]
Melihat
penjelasan di atas, dapat kita ketahui bahwa peran seorang guru dalam merancang
ataupun menyusun bahan ajar sangatlah menentukan keberhasilan proses belajar
dan pembelajaran melalui sebuah bahan ajar. Bahan ajar dapat juga diartikan
sebagai segala bentuk bahan yang disusun secara sistematis yang memungkinkan
siswa dapat belajar secara mandiri dan dirancang sesuai kurikulum yang berlaku.
Dengan adanya bahan ajar, guru akan lebih runtut dalam mengajarkan materi
kepada siswa dan tercapai semua kompetensi yang telah ditentukan sebelumnya.
B.
Jenis-Jenis
Bahan Ajar
Bahan ajar
memiliki beragam jenis, ada yang cetak maupun noncetak. Bahan ajar cetak yang
sering dijumpai antara lain berupa handout, buku, modul, brosur, dan
lembar kerja siswa. Di bawah ini akan diuraikan penjelasan terkait jenis-jenis
bahan ajar.
1. Handout
Handout adalah “segala sesuatu” yang diberikan kepada peserta didik ketika
mengikuti kegiatan pembelajaran. Kemudian, ada juga yang yang mengartikan handout
sebagai bahan tertulis yang disiapkan untuk memperkaya pengetahuan peserta didik.
Guru dapat membuat handout dari beberapa literatur yang memiliki relevansi
dengan kompetensi dasar yang akan dicapai oleh siswa. Saat ini handout dapat
diperoleh melalui download internet atau mencari dari berbagai buku dan
sumber lainnya.
2. Buku
Buku sebagai
bahan ajar merupakan buku yang berisi ilmu pengetahuan hasil analisis terhadap
kurikulum dalam bentuk tertulis. Buku disusun dengan menggunakan bahasa
sederhana, menarik, dilengkapi gambar, keterangan, isi buku, dan daftar
pustaka. Buku akan sangat membantu guru dan siswa dalam mendalami ilmu
pengetahuan sesuai dengan mata pelajaran masing-masing. Secara umum, buku
dibedakan menjadi empat jenis yaitu sebagai berikut:
a.
Buku sumber,
yaitu buku yang dapat dijadikan rujukan, referensi, dan sumber untuk kajian
ilmu tertentu, biasanya berisi suatu kajian ilmu yang lengkap.
b.
Buku bacaan,
yaitu buku yang hanya berfungsi untuk bahan bacaan saja, misalnya cerita,
legenda, novel, dan lain sebagainya.
c.
Buku pegangan,
yaitu buku yang bisa dijadikan pegangan guru atau pengajar dalam melaksanakan
proses pengajaran.
d.
Buku bahan ajar
atau buku teks, yaitu buku yang disusun untuk proses pembelajaran dan berisi
bahan-bahan atau materi pembelajaran yang akan diajarkan.[3]
3. Modul
4. Lembar Kerja Siswa (LKS)
Lembar Kerja
Siswa (LKS) adalah materi ajar yang sudah dikemas sedemikian rupa sehingga
siswa diharapkan dapat materi ajar tersebut secara mandiri. Dalam LKS, siswa
akan mendapat materi, ringkasan, dan tugas yang berkaitan dengan materi. Selain
itu siswa juga dapat menemukan arahan yang terstruktur untuk memahami materi
yang diberikan dan pada saat yang bersamaan siswa diberikan materi serta tugas
yang berkaitan dengan materi tersebut.
5. Buku Ajar
Buku ajar
adalah sarana belajar yang bisa digunakan di sekolah-sekolah dan di perguruan
tinggi untuk menunjang suatu program pengajaran dan pengertian moderen dan yang
umum dipahami.
6. Buku Teks
Buku teks juga
dapat didefinisikan sebagai buku pelajaran dalam bidang studi tertentu, yang
merupakan buku standar yang disusun oleh para pakar dalam bidang itu buat
maksud dan tujuan-tujuan instruksional yang dilengkapi dengan sarana-sarana
pengajaran yang serasi dan mudah dipahami oleh para pemakainya di
sekolah-sekolah dan perguruan tinggi sehingga dapat menunjang suatu program
pengajaran
Bahan ajar
noncetak meliputi bahan ajar dengar (audio) seperti kaset, radio, piringan
hitam, dan compact disc audio. Bahan ajar pandang dengar (audio visual)
seperti video compact disc dan film. Bahan ajar multimedia interaktif (interactive
teaching material) seperti CIA (Computer Assisted Intruction), compact
disc (CD) multimedia pembelajaran interaktif, dan bahan ajar berbasis web (web
based learning materials).[4]
C.
Karakteristik
Bahan Ajar
Sesuai dengan
penulisan modul yang dikeluarkan oleh Direktorat Guruan Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan
Nasional Tahun 2003, bahan ajar memiliki beberapa karakteristik, yaitu self
instructional, self contained, stand alone, adaptive, dan user friendly.
1.
Self instructional
Self
instructional yaitu bahan
ajar dapat membuat siswa mampu membelajarkan diri sendiri dengan bahan ajar
yang dikembangkan. Untuk memenuhi karakter self instructional, maka di
dalam bahan ajar harus terdapat tujuan yang dirumuskan dengan jelas, baik
tujuan akhir maupun tujuan sementara. Selain itu, dengan bahan ajar akan
memudahkan siswa belajar secara tuntas dengan memberikan materi pembelajaran
yang dikemas ke dalam unit-unit atau kegiatan yang lebih spesifik.
2.
Self contained
Self contained yaitu seluruh materi pelajaran dari satu unit kompetensi atau
subkompetensi yang dipelajari terdapat di dalam satu bahan ajar secara utuh.
Jadi sebuah bahan ajar haruslah memuat seluruh bagian-bagiannya dalam satu buku
secara utuh untuk memudahkan pembaca mempelajari bahan ajar tersebut.
3.
Stand alone
stand alone (berdiri sendiri) yaitu bahan ajar yang dikembangkan tidak
tergantung pada bahan ajar lain atau tidak harus digunakan bersama-sama dengan
bahan ajar lain. Artinya sebuah bahan ajar dapat digunakan sendiri tanpa
bergantung dengan bahan ajar lain.
4.
Adaptive
5.
User friendly
User friendly yaitu setiap intruksi dan paparan informasi yang tampil bersifat membantu
dan bersahabat dengan pemakainya, termasuk kemudahan pemakai dalam merespon dan
mengakses sesuai dengan keinginan. Jadi bahan ajar selayaknya hadir untuk
memudahkan pembaca untuk mendapat informasi dengan sejelas-jelasnya.
Beberapa hal
yang harus diperhatikan dalam pembuatan bahan ajar yang mampu membuat siswa
untuk belajar mandiri dan memperoleh ketuntasan dalam proses pembelajaran
sebagai berikut.
1.
Memberikan
contoh-contoh dan ilustrasi yang menarik dalam rangka mendukung pemaparan
materi pembelajaran.
2.
Memberikan
kemungkinan bagi siswa untuk memberikan umpan balik atau mengukur penguasaannya
terhadap materi yang diberikan dengan memberikan soal-soal latihan, tugas dan
sejenisnya.
3.
Kontekstual,
yaitu materi yang disajikan terkait dengan suasana atau konteks tugas dan
lingkungan siswa.
4.
Bahasa yang
digunakan cukup sederhana karena siswa hanya berhadapan dengan bahan ajar
ketika belajar secara mandiri.[5]
D.
Fungsi
Pengembangan Bahan Ajar
Fungsi bahan ajar adalah sebagai motivasi dalam
proses kegiatan belajar mengajar yang lakukan oleh guru dengan materi
pembelajaran yang kontekstual agar siswa dapat melaksanakan tugas belajar
secara optimal. Bahan ajar berfungsi sebagai berikut:
1.
Pedoman bagi Guru yang akan mengarahkan semua
aktivitasnya dalam proses pembelajaran, sekaligus merupakan substansi
kompetensi yang seharusnya diajarkan/dilatihkan kepada siswanya.
2. Pedoman bagi
Siswa yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses pembelajaran,
sekaligus merupakan substansi kompetensi yang seharusnya
dipelajari/dikuasainya.
3. Alat evaluasi
pencapaian/penguasaan hasil pembelajaran.
4. Membantu guru
dalam kegiatan belajar mengajar
5. Membantu siswa
dalam proses belajar
6. Sebagai
perlengkapan pembelajaran untuk mencapai tujuan pelajaran
7. Untuk
menciptakan lingkungan / suasana balajar yang kondusif.[6]
E.
Tujuan dan
Manfaat Bahan Ajar
Bahan ajar disusun dengan tujuan antar lain
sebagai berikut
1. Menyediakan
bahan ajar yang sesuai dengan tuntutan kurikulum dengan mempertimbangkan
kebutuhan peserta didik, yakni bahan ajar yang sesuai dengan karakteristik dan
setting atau lingkungan sosial peserta didik
2. Membantu
peserta didik dalam memperoleh alternatif bahan ajar di samping buku-buku teks
yang terkadang sulit diperoleh
3. Memudahkan guru
dalam melaksanakan pembelajaran.
Manfaat pengembangan bahan ajar bagi guru
antara lain sebagai berikut:
1. Diperoleh bahan
ajar yang sesuai tuntutan kurikulum dan sesuai dengan kebutuhan belajar peserta
didik
2. Tidak lagi
tergantung kepada buku teks yang terkadang sulit untuk diperoleh
3. Memperkaya
karena dikembangkan dengan menggunakan berbagai referensi
4.
Menambah khasanah pengetahuan dan pengalaman
guru dalam menulis bahan ajar
5. Membangun
komunikasi pembelajaran yang efektif antara guru dengan peserta didik karena
peserta didik akan merasa lebih percaya kepada gurunya.
6. Menambah angka
kredit jika dikumpulkan menjadi buku dan diterbitkan.
Manfaat
pengembangan bahan ajar bagi Peserta Didik antara lain sebagai berikut:
1.
Kegiatan
pembelajaran menjadi lebih menarik.
2.
Kesempatan
untuk belajar secara mandiri dan mengurangi ketergantungan terhadap kehadiran
guru.
3.
Mendapatkan
kemudahan dalam mempelajari setiap kompetensi yang harus dikuasainya.[7]
F.
Prinsip
Pengembanagan Bahan Ajar
Dalam
mengembangkan bahan ajar tentu perlu memperhatikan prinsisp-prinsip
pembelajaran. Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam penyusunan bahan
ajar atau materi pembelajaran diantaranya meliputi prinsip relevansi,
konsistensi, dan kecukupan. Ketiga penerapan prinsip-prinsip tersebut
dipaparkan sebagai berikut:
1.
Relevansi: keterkaitan, ada kaitan;
Artinya ada
kaitan, hubungan, atau bahkan ada jaminan bahwa bahan ajar yang dipilih itu
menunjang tercapainya kompetensi yang dibelajarkan (KD, SK). Cara termudah
ialah dengan mengajukan pertanyaan tentang kompetensi dasar yang harus dikuasai
siswa. Dengan prinsip dasar ini, guru akan mengetahui apakah materi yang hendak
diajarkan tersebut materi fakta, konsep, prinsip, prosedur, aspek sikap atau
aspek psikomotorik sehingga pada gilirannya guru terhindar dari kesalahan
pemilihan jenis materi yang tidak relevan dengan pencapaian SK dan KD.
2.
Konsistensi: keajegan;
3.
Kecukupan: memadai keluasannya, ketercukupannya;
Artinya bahan ajar yang
dipilih/ dikembangkan ada jaminan memadai/ mencukupi untuk mencapai kompetensi
yang dibelajarkan; tidak terlalu sedikit sehingga kurang menjamin tercapainya
KD/SK. Materi tidak boleh terlalu sedikit, dan tidak boleh terlalu banyak. Jika
terlalu sedikit akan kurang membantu mencapai SK dan KD. Sebaliknya, jika
terlalu banyak akan membuang-buang waktu dan tenaga yang tidak perlu untuk
mempelajarinya.[8]
G.
Faktor-faktor
Pengembangan Bahan Ajar
Seorang
guru diharapkan dapat mengembangkan bahan ajar untuk digunakan dalam proses
pembelajaran di kelasnya. Dalam proses pengembangan bahan ajar tersebut,
terdapat 7 (tujuh) faktor yang harus dipertimbangkan oleh guru agar bahan
ajarnya menjadi efektif. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut.
1.
Kecermatan
isi, berkenaan dengan validitas isi dan keselarasan isi.
- Ketepatan cakupan, berkenaan dengan keluasan dan kedalaman materi, serta keutuhan konsep yang dibahas berdasarkan bidang ilmunya.
- Ketercernaan bahan ajar, berkenaan dengan kemudahan bahan ajar tersebut dipahami dan dimengerti oleh siswa sebagai pengguna.
- Penggunaan bahasa, berkenaan dengan pemilihan ragam bahasa, pemilihan kata, penggunaan kalimat efektif, dan penyusunan paragraf yang bermakna.
- Perwajahan/pengemasan, berkenaan dengan penataan letak informasi dalam satu halaman cetak.
Ilustrasi, berkenaan dengan variasi penyampaian pesan
dalam bahan ajar agar lebih menarik, memotivasi, komunikatif, dan membantu
pemahaman siswa terhadap isi pesan. - Kelengkapan komponen, berkenaan dengan paket bahan ajar yang dapat berfungsi sebagai komponen utama, komponen pelengkap, dan komponen evaluasi hasil belajar.[9]
H.
Langkah-langkah
Pemilihan Bahan Ajar
Materi
pembelajaran yang dipilih untuk diajarkan oleh guru dan harus dipelajari siswa
hendaknya berisikan materi atau bahan ajar yang benar-benar menunjang
tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar. Secara garis besar
langkah-langkah pemilihan bahan ajar meliputi :
1. Mengidentifikasi aspek-aspek yang
terdapat dalam standar kompetensi dan kompetensi dasar. Sebelum menentukan
materi pembelajaran terlebih dahulu perlu diidentifikasi aspek-aspek standar
kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dipelajari atau dikuasai siswa.
Aspek tersebut perlu ditentukan, karena setiap aspek standar kompetensi dan
kompetensi dasar memerlukan jenis materi yang berbeda-beda dalam kegiatan pembelajaran.
2. Memilih jenis materi yang sesuai
dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar. Materi yang akan diajarkan
perlu diidentifikasi apakah termasuk jenis fakta, konsep, prinsip, prosedur,
afektif, atau gabungan lebih daripada satu jenis materi. Dengan
mengidentifikasi jenis-jenis materi yang akan diajarkan, maka guru akan
mendapatkannkemudahan dalam cara mengajarkannya. selanjutnya memilih jenis
materi tersebut yang sesuai dengan standar kompetensi atau kompetensi dasar yang
harus dikuasai siswa. Selanjutnya memilih sumber bahan ajar.
Langkah-langkah
penyusunan bahan ajar adalah sebagai berikut:
1.
Pengembangan Kurikulum Menjadi Program-Program Pembelajaran.
Menjabatkan ikatan-ikatan kompetensi dan mengoperasionalkannya kedalam bentuk
tujuan-tujuan pembelajaran. Mengingat sesuatu kompetensi/sub kompetensi,
terutama kompetensi teknis ( bukan kompetensi produktif atau manipulatif )
diharapakan bersifat standar, maka tujuan-tujuan pembelajaran pada suatu
program studi secara nasional sama. Ikatan-ikatan kompetensi dan tujuan-tujuan
pembelajaran selanjutnya akan menjadi acuan bagi pengembangan/ penyusunan bahan
ajar.
2. Penyusunan Bahan Ajar
a. Tim penyusun mempelajari secara
seksama tentang penjabaran pada ikatan-ikatan kompetensi seperti yang telah
dikembangkan oleh tim nasional. Perlu dicermati setiap tujuan pembelajaran yang
telah dirumuskan.
b. Tim penyusunan mengembangkan setiap
ikatan kompetensi menjadi satu\paket pembelajaran ( kelompok bahan pelajaran
utuh ) yang selanjutnya dijabarkan kedalam beberapa bahan pelajaran. Penjabaran
tersebut harus mempertimbangkan hirarki/keruntutan substansi, proses
pembelajaran,saran dan prasarana yang tersedia.
c. Tim penyusunan mempelajari secara
seksama tentang substansi yang akan disusun dalam bahan ajar. Dalam hal ini
perlu dipelajari berbagai sumber acuan yang relevan, terutama buku-buku
pegangan yang ada.
d. Apabila substansi yang diperolah
belum memadai, maka tim penyusun perlu melakukan percobaan demonstrasi unjuk
kerja tentang substansi kompetensi yang akan disusun.
e. Tim penyusun bahan ajar menyusun Tujuan pembelajaran/pelatihan, Lembar
evaluasi, Kedudukan dan fungsi bahan ajar dalam kesatuan program yang lebih
luas, Lembaran kerja siswa (yang berisi substansi yang disusunnya),kompetensi yang akan
dipelajari/diajarkan, Lembaran kerja siswa, kunci lembar kerja, pedoman bagi
guru.
f.
Bahan ajar yang telah disusun perlu divalidasi, dimintakan
masukan kepada pihak-pihak yang berkompeten terutama para ahli dan praktisi
serta akademisi yang menguasai bidang keahlian tersebut. Satu hal yang juga
perlu dilakukan adalah meminta masukan kepada ahli kurikulum dan desain instruksional,
kaitannya dengan kelayakan dan pelaksanaan pembelajaran. Berdasarkan masukan-masukan
tersebut, tim memperbaiki rancangan bahan ajar yang disusunnya.
g. Bahan yang telah disusun kemudian
diuji cobakan pada kondisi proses pembelajaran yang sebenarnya dikelas. Dalam
uji coba tersebut perlu diamati kendala- kendala yang dihadapi dalam proses
pembelajaran dan kekurangan-kekurangan yang ada pada modul
h. Berdasarkan temuan-temuan pada uji
coba pembelajaran pada kondisi sebenarnya, jika sesuai maka bahan ajarnya sudah
bisa digunakan namun jika masih tidak sesuai maka tim perlu memperbaiki dan
menyempurnakan bahan ajar yang disusunnya.[10]
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Bahan ajar adalah seperangkat sarana atau alat pembelajaran yang
berisikan materi pembelajaran, metode, batasan-batasan, dan cara mengevaluasi
yang didesain secara sistematis dan menarik dalam rangka mencapai tujuan yang
diharapkan, yaitu mencapai kompetensi atau subkompetensi dengan segala
kompleksitasnya
2. Bahan ajar memiliki beragam jenis, ada yang cetak maupun noncetak.
Bahan ajar cetak yang sering dijumpai antara lain berupa handout, buku,
modul, brosur, dan lembar kerja siswa.
3. Karakteristik bahan ajar, yaitu self instructional, self
contained, stand alone, adaptive, dan user friendly.
4. Fungsi bahan
ajar adalah sebagai motivasi dalam proses kegiatan belajar mengajar yang
lakukan oleh guru dengan materi pembelajaran yang kontekstual agar siswa dapat
melaksanakan tugas belajar secara optimal.
5. Tujuan pengembangan bahan ajar
adalah menyediakan bahan ajar yang sesuai dengan kurikulum. Sedangkan manfaat
pengembangan kurikulum adalah memudahkan siswa dan guru dalam proses
pembelajaran.
6. Prinsip yang perlu diperhatikan dalam penyusunan bahan ajar atau
materi pembelajaran diantaranya meliputi prinsip relevansi, konsistensi, dan
kecukupan.
7. Dalam proses pengembangan bahan ajar
tersebut, terdapat 7 (tujuh) faktor yang harus dipertimbangkan oleh guru agar
bahan ajarnya menjadi efektif.
8. Materi pembelajaran yang dipilih
untuk diajarkan oleh guru dan harus dipelajari siswa hendaknya berisikan materi
atau bahan ajar yang benar-benar menunjang tercapainya standar kompetensi dan
kompetensi dasar.
B. Saran
1.
Bagi pendidik
Hendaknya
pendidik mempelajari mengenai pengembangan bahan ajar agar dalam
pengimplementasiannya bisa sesuai dengan kondisi sekolah dan kondisi peserta
didik.
2.
Bagi calon
pendidik
Hendaknya
memahami pengembangan bahan ajar digunakan sebagai acuan dalam belajarnya
3.
Bagi peserta
didik
Hendaknya mengetahui segala hal yang
berkaitan dengan pengembangan bahan ajar agar dapat memahami apa yang
dipelajarinya.
Abdian, Yosi. Faktor-faktor yang Dipertimbangkan dalam
Pengembangan Bahan Ajar dalam http://yosiabdiantindaon.blogspot.co.id/2012/05/faktor-faktor-yang-dipertimbangkan.html,
Denita, Rifda. Makalah Pengembangan Bahan Ajar dalam http://rifdadenita.blogspot.co.id/2016/01/makalah-pengembangan-bahan-ajar.html
Lestari, Ika. 2013. Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Kompetensi:
Sesuai Dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Padang: Akademia.
Maula, Nikmatul. Prinsip Pengembangan Bahan Ajar dalam http://maulanikmatul.blogspot.co.id/2012/03/prinsip-pengembangan-bahan-ajar.html,
Rohimat, Rohimat. 2011. Kurikulum
dan Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
[1] Ika
Lestari, Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Kompetensi: Sesuai Dengan
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, (Padang: Akademia, 2013), hal. 01
[2] Toto Rohimat, Kurikulum
dan Pembelajaran, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2011), hal.152
[3] Ika Lestari, Pengembangan
Bahan Ajar Berbasis Kompetensi: Sesuai Dengan Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan… hal.79
[4] Ibid,… hal.
06
[5] Ibid,.. 02
[6] (diposkan oleh
Rifda Denita), Makalah Pengembangan Bahan Ajar dalam http://rifdadenita.blogspot.co.id/2016/01/makalah-pengembangan-bahan-ajar.html diakses pada 10
Oktober 2016
[7] Ibid,.
[8] (diposkan oleh
Nikmatul Maula), Prinsip
Pengembangan Bahan Ajar dalam http://maulanikmatul.blogspot.co.id/2012/03/prinsip-pengembangan-bahan-ajar.html, diakses pada
10 Oktober 2016
[9] (diposkan oleh
Yosi Abdian), Faktor-faktor yang Dipertimbangkan dalam Pengembangan Bahan
Ajar dalam http://yosiabdiantindaon.blogspot.co.id/2012/05/faktor-faktor-yang-dipertimbangkan.html, diakses pada
10 Oktober 2016
[10] (diposkan oleh
Rifda Denita), Makalah Pengembangan Bahan Ajar,…
0 komentar:
Posting Komentar