Selasa, 19 Mei 2015

pluralisme

                                                Bab VI
A.    Pluralisme
Hubungsn sosial antar umat manusia membuka dua pilihan harmoni atau konflik.konflik atau harmoni merupakan konsekoensi logis dari realitas kehidupan masyrakat yang plural, senantiasa berubah, dan dinamis. Indonesiapun tidak luput dari luput dari konflik. Indonesia selama beberapa tahun di era orde baru ternyata menyimpan potensi konflik yang meletup setelah kekuasaan orde baru melemah, dan kemudian lengser.
            Salah satu persoalan dalam konflik yang memperoleh perhatian secara serius adalah factor agama. Sentiment keagamaan sangat mudah di sulut dan di bangkitkan. Mereka yang memiliki kepentingan tertentu biasanya memanfaatkan sentiment keagaan demi memuaskan ambisinya.
            Fenomena konflik berlatar belakang agama sesungguhnya melahirkan paradoks dalam agama sendiri. Dalam kondisi semacam ini, maka hal mendasar yang penting untuk di lakukan membangun prespektif kebergamaan yang lebih mempertimbangkan keharmonisan, kemanusiaan, dan sikap yang saling menghargai.
            Pluralism merupakan kunci penting untuk memahami realitas kehidupan. Realist kehidupan merupakan merupakan hasil kontruksi, karena itu tidak mungkin ada realitas yang tunggal tetapi plural. Sinkretisme adalah sebuah paham atau keyakinan “gado-gado” yang meramu unsure-unsur tertentu dari masing-masing agama kemudian memformulasi dalam bentuk keyakinan atau bahkan agama baru.
            Secara mendasar, pluralism merujuk kepada kesadaran untuk hidup bersama secara legislative dalam kenberagamaan, pemikiran, kehidupan, tingkah laku dalam posisi tertentu. Sebagaimana di tegaskan oleh abdrrahman wahid, bukan banyak sekedar hidup bersama yang tentram, tetapi yang lebih subsuntasial lagi adalah tumbuhnya, kesadaran, pengakuan dan penerimaan atas perbedaan atau keragaman yang ada.
            Pada dasrnya kita ini adalah makhluk yang tidak toleran sebab toleransi bukanlah watak dasar manusia yang fitrah. Dalam karangka dalam membangun kesadaran terhadap plurlisme dialok memiliki peranan yang sangat penting. Sementara prinsip prinsip dialog yang perlu di pegang adalah pertama, frenk witness, masing-masing tidak menyembunyikan keyakinan. Kedua, mutual respect, simpati terhadap kesulitan oarang lain . ketiga, relegius ferdom, hak untuk memeluk agama tanpa paksaan.
            Keempat, tidak ada paksaan dalam keberagamaan, kelima, tuhan adalah islam, keenam, orang yang beriman kepada allah dan hari akhir serta berbuat baik akan selamat. Prespektik yang layak di kembangkan dari bpluralisme adalah pluralism non-teologis, yang mencangkup tingkatan etis, sosial politik dan ekonomi.
            Pluralitas merupakan realitas kehidupan yang telah hadir dan menjadi bagian tidak tepisah dari kehidupan masyarakat. Dalam pluraritas, terdapat berakaragam perbedaan yang berkaitan dengan semua sisi kehidupan. Satu hal yang penting seyogyanya di tanamkan adalah kesadaran terhadap pluralisme.